"Aku harus pergi," katanya tiba-tiba, berbalik. "Aku akan menyelamatkan yang lainnya."

"Kenapa aku melupakan paman Jiang?" gumamnya pelan. Dengan segera dia melupakan kejadian memalukan yang sudah terjadi. Dia merasa khawatir dengan komandan Jiang Rui yang sering dipanggilnya dengan panggilan paman Jiang. Sejak kecil, paman Jiang sering membantunya berlatih kultivasi. Namun saat melihat pemuda didepannya yang tidak memiliki kekuatan, ingin menyelamatkan pamannya, dia tidak bisa tidak, merasa khawatir.

"Tunggu!" Li Wei spontan mengulurkan tangan, tapi pemuda itu sama sekali tidak berhenti. "Kekuatanmu cuma forging qi tingkat satu. Kau hanya mencari mati jika kembali ke sana!"

Namun, Lynx mengabaikannya dan langsung melesat pergi.

"Huh! Sok hebat. Hanya Forging Qi tingkat satu tapi berlagak pahlawan," gerutunya.

Meski begitu, ia tetap mengejarnya.

"Aku harus menyusulnya! Aku juga harus menyelamatkan Paman Jiang!" pikirnya.

Namun, baru beberapa meter berlari, ia mendadak berhenti.

Jejak Lynx… sudah menghilang.

Li Wei tertegun, kebingungan.

"Kemana dia? Bukankah tadi aku melihatnya dia berlari kearah sini. Bagaimana mungkin dia bisa bergerak secepat itu?" gumamnya.

Tapi ia tidak punya waktu untuk merenung. Tanpa pikir panjang, ia kembali berlari ke arah yang dituju Lynx, yang sempat dilihatnya, berharap masih bisa menyusulnya.

Saat Lynx tiba di lokasi, suasana sudah berubah menjadi kekacauan. Para pria bercadar kini sibuk menyisir area, mencari siapa yang telah membunuh rekan mereka dan menyelamatkan putri walikota. Sementara itu, semakin banyak prajurit pengawal yang tergeletak tak sadarkan diri.

Di tengah kepanikan itu, pemandangan yang lebih buruk tersaji, Komandan Jiang kini tersungkur di bawah kaki Gao Qian. Luka-luka di tubuhnya menunjukkan betapa besar jurang kekuatan di antara mereka.

Saat komandan Jiang mengetahui putri walikota sudah ada yang menyelamatkan, dia merasa lega. Dengan cepat, dia mengerahkan kekuatannya dan berlari menyerang Gao Qian, namun tingkat kultivasi mereka sangat berbeda jauh, sehingga dengan mudah, Gao Qian mengalahkan dan memukulinya sebagai pelampiasan marahnya.

"Tidak ada gunanya lagi kau hidup," kata Gao Qian dingin, mengangkat pedangnya tinggi.

Komandan Jiang mengatupkan rahangnya, menatap tajam tanpa rasa takut.

Gao Qian menatapnya dengan penuh amarah sebelum melontarkan suara yang menggema di sekeliling hutan.

"Lihatlah! Semua ini terjadi karena kesalahanmu, pengecut! Hanya berani menyerang secara diam-diam!" Teriakan Gao Qian dipenuhi amarah yang meluap-luap. Lalu, ia melirik salah satu anak buahnya, pria bercadar yang sebelumnya bertarung dengan Komandan Jiang.

"Bunuh mereka semua!" perintahnya tegas.

Pria bercadar itu menyeringai senang. Tanpa ragu, ia menghunus kembali pedangnya dan berjalan mendekati prajurit yang masih tersisa, siap menghabisi mereka satu per satu.

Namun, saat Gao Qian dan pria bercadar itu hendak mengayunkan pedang mereka yang sudah dialiri Qi, tiba-tiba tubuh mereka berdua terasa melayang!

Mata mereka melebar panik. Mereka tak bisa bergerak!

Beberapa detik kemudian, ketika mereka akhirnya dapat menguasai tubuh mereka kembali, kebingungan tergambar jelas di wajah keduanya.

Mereka tidak lagi berada di tempat semula. Pemandangan di depan mereka berubah, dan rekan-rekan mereka tidak lagi ada disana.

"Pimpinan Gao... di mana kita? Bagaimana kita bisa ada di sini?" tanya pria bercadar dengan suara ragu. "Apakah kita berhalusinasi?"

Gao Qian tidak segera menjawab. Ia menyapu pandangannya ke sekitar, mencoba memahami apa yang terjadi. Bagaimana bisa mereka berpindah tempat tanpa ia sadari?

"Apakah ini memang halusinasi? Apakah ini ulah orang itu, menggunakan teknik halusinasi untuk menjebakku?" batinnya. "Tidak! Ini terlihat terlalu asli untuk teknik halusinasi, kecuali dia menggunakan teknik tinggi, yang berarti tingkatan kultivasinya jauh diatasku."

Tiba-tiba—

"Kalian terlihat lucu kalau begini."

Suara asing itu datang dari belakang mereka.

Gao Qian dan pria bercadar refleks berbalik. Di sana, berdiri seorang pemuda berusia sekitar dua puluhan. Pakaian sederhananya tampak lusuh, tubuhnya tampak seperti pria biasa, tapi tatapan matanya tajam dan menusuk. Ada sindiran halus dalam ekspresi wajahnya.

Gao Qian menyipitkan mata. "Kamu? Siapa kamu? Apa kau yang membawa kami ke sini?"

"Apakah ini semua hanya halusinasi?" kata pria bercadar sambil mengangkat senjatanya.

"Halusinasi? Kalian memang lucu." jawab Lynx bercanda.

Gao Qian dan pria disebelahnya mengedarkan energinya untuk memeriksa pemuda di depannya. Dari aura yang dipancarkan, ia bisa merasakan bahwa pemuda ini hanya berada di Forging Qi tingkat pertama, benar-benar sampah bagi seseorang seusianya.

Namun, sesuatu terasa aneh.

Gao Qian dan pria bercadar langsung mengedarkan lagi energi mereka lebih jauh, menyapu lingkungan sekitar untuk memeriksa keberadaan orang lain.

Tidak ada siapa pun di sekitar mereka.

Hanya ada dua kemungkinan, pertama, memang hanya pemuda itu yang ada di sini. Kedua, ada seseorang dengan tingkat kekuatan yang jauh lebih tinggi yang menyembunyikan keberadaannya.

Dan kemungkinan kedua jauh lebih berbahaya.

Gao Qian menggertakkan giginya, mencoba menilai situasi. Setelah bertahun-tahun bersembunyi tanpa seorang pun mampu menemukannya, ia tahu satu hal, jangan pernah mengambil risiko yang tidak bisa dipastikan.

"Aku tidak mengenalmu. Kita tidak punya urusan," katanya dengan nada lebih tenang. "Pergilah."

Ia mengangkat tangan, memberi isyarat agar pemuda itu pergi.

Jika benar ada seseorang yang sangat kuat di sekitar sini, ia tidak ingin gegabah. Sesuatu tentang situasi ini terasa tidak beres.

"Pimpinan Gao, kita tidak bisa membiarkannya pergi. Dia pasti mengetahui sesuatu mengenai orang yang membunuh rekan kita atau yang menggagalkan rencana kita menculik putri walikota." kata pria bercadar mengingatkan.

"Diam!" bentak Gao Qian singkat. Gao Qian masih menatap pemuda di depannya dengan penuh kewaspadaan. Meskipun pemuda itu tampak lemah, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan tentangnya. Namun, ia tetap memilih menghindari konfrontasi yang tidak perlu.

"Biarkan dia pergi!" Gao Qian melangkah mundur sedikit, memberi isyarat kepada pria bercadar untuk bersiap pergi.

Namun—

Tap!

Setelah membalikkan badannya, langkahnya terhenti.

Gao Qian dan pria bercadar menoleh ke depan, mendapati pemuda itu sudah berdiri tepat di hadapan mereka dengan santai, seolah-olah sejak awal dia tidak pernah bergerak.

"Sejak kapan dia bergerak. Aku tidak merasakan pergerakannya." Batin Gao Qian sambil meningkatkan kewaspadaannya.

"Kau mau pergi ke mana?" Lynx bertanya dengan senyum tipis.

Tatapan Gao Qian mengeras. "Minggir."

"Tidak bisa," jawab Lynx ringan.

Gao Qian menghela napas panjang, menekan emosinya. Namun, pria bercadar di sampingnya sudah kehilangan kesabaran. Dengan gerakan cepat, ia menghunus pedangnya dan menebaskan ke arah Lynx tanpa ragu!

Swish!

Tapi yang terjadi selanjutnya membuat mereka berdua membeku.

Lynx hanya sedikit menggeser tubuhnya, dan serangan itu meleset begitu saja, seolah dia tahu arah pedang itu sebelum ditebaskan.

Pria bercadar mengerutkan alisnya. "Hmph!"

Ia mengayunkan pedangnya lagi, kali ini dengan lebih cepat, lebih tajam.

Swish! Swish! Swish!

Namun, setiap tebasan yang dilepaskannya tetap tidak mengenai target. Pemuda itu menghindar dengan mudah, seakan ia hanya sedang berjalan santai di taman.

Gao Qian mulai merasa ada yang tidak beres.

"Cukup!" serunya.

Ia sendiri kemudian melangkah maju, tangannya mengeluarkan tekanan Qi yang tajam. Dengan kecepatan luar biasa, ia menebas ke arah Lynx.

Swish!

Lynx hanya sedikit memiringkan kepala, dan serangan itu meleset begitu saja.

Mata Gao Qian menyipit. Ia mencoba lagi, lebih cepat, lebih kuat!

Swish! Swish!

Tetap meleset.

Gao Qian mulai kehilangan kesabarannya. Dengan suara geraman, ia mengerahkan lebih banyak energi, meningkatkan kekuatannya dan menyerang. Setiap kali serangannya mengalami kegagalan, dia selalu meningkatkannya dan menggunakan berbagai teknik yang dia miliki. Namun setiap serangan yang dilakukannya, gagal mengenai pemuda di hadapannya.

Gao Qian semakin merasa cemas. Auranya melonjak naik, sebagai Master Foundation Emas, kekuatan yang dikeluarkan menggetarkan area sekitarnya. Udara bergetar hebat akibat tekanan Qi-nya yang membubung tinggi.

"Dasar bocah!" raung Gao Qian, kini tubuhnya dipenuhi kilatan aura keemasan. Dengan kekuatan penuhnya, ia melancarkan serangan mematikan.

Namun—

Swish!

Lynx masih menghindar dengan mudah.

Tak hanya itu, ekspresinya tetap santai, seolah serangan Gao Qian hanyalah angin sepoi-sepoi yang tidak akan melukainya.

